Imunisasi merupakan langkah terbaik yang dapat Anda lakukan untuk mencegah penyakit, khususnya adalah jenis penyakit yang cukup berbahaya. Karena sekarang ini sudah ditemukan beberapa vaksin yang efektif untuk penanggulangannya, seperti diantaranya adalah pada penyakit difteri, kemudian juga pertusis dan juga tetanus, kelompok penyakit mematikan yang rentan menyerang siapa saja mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Anda bisa melakukan langkah penanggulangan dengan imunisasi DPT.

Penyakit-penyakit di atas sebenarnya memang termasuk golongan yang mudah menyerang siapa saja, juga sangat cepat berkembang sehingga bisa beresiko tinggi sebabkan kematian. Untuk itu istilahnya ada sedia payung sebelum hujan, lebih baik mencegah dibandingkan dengan mengobatinya. Pemberian imunisasi ini sendiri umumnya sudah dapat dilakukan mulai dari buah hati berusia 2 bulan sampai dengan 6 tahun. Waktu yang paling tepat bagi mereka untuk melakukan imunisasi.

Adapun setelah imunisasi DPT tersebut dilakukan, maka nantinya buah hati Anda juga kerap sekali mengalami beberapa gejala atau efek samping, seperti diantaranya adalah:

  1. Demam, umumnya terjadi peningkatan suhu tubuh pada anak-anak setelah melakukan imunisasi tersebut, namun tidak terlalu tinggi, hanya demam ringan saja, suhu badannya terasa lebih hangat.
  2. Bengkak, pembengkakan ini hanya terjadi pada area bekas suntikan tersebut.
  3. Terjadinya perubahan warna kulit yang ada pada area bekas suntikan, biasanya akan memerah dan juga terasa sakit sehabis di suntik.
  4. Anak-anak akan terlihat lelah dari sebelumnya, namun hanya berlangsung sementara.
  5. Buah hati Anda juga akan menjadi lebih rewel karena peningkatan suhu badan dan rasa sakit sehabis mendapatkan suntikan tersebut.

Untuk mengatasi kondisi-kondisi yang dialami oleh buah hati Anda selepas melakukan tindakan imunisasi tersebut, maka berikut ini agaknya ada beberapa upaya yang dapat dilakukan, yaitu:

  1. Pastikan mereka untuk istirahat setelah menjalani imunisasi tersebut, dengan beristirahat maka hal ini memungkinkan si kecil nantinya lebih cepat pulih, karena kekebalan tubuhnya juga akan kembali lagi menjadi lebih kuat dari sebelumnya, apalagi bekas suntikan imunisasi sebelumnya sering kali membuat mereka kesakitan dan juga rewel.
  2. Turunkan demam buah hati, karena memang pemberian imunisasi ini akan membuat buah hati Anda nantinya akan demam atau suhu tubuhnya mengalami peningkatan, maka upayakan untuk segera menurunkan demam atau suhu tersebut. Lakukan dengan pemberian obat penurun panas seperti diantaranya adalah paracetamol atau dengan pengobatan alami, yaitu cukup mengompres menggunakan air hangat saja, ini juga sangatlah efektif untuk turunkan suhu badannya.
  3. Berikan asi sebanyak-banyaknya, dengan memberikan mereka asi ini adalah upaya terbaik untuk mempercepat penyembuhan bekas imunisasi tersebut. Kandungan nutrisi yang cukup lengkap di dalam asi ini sebenarnya juga sangat berguna dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh mereka, jadi untuk orang tua yang masih menyusui buah hatinya, maka bisa segera memberikan mereka asi lebih banyak dari sebelumnya.

Itulah beberapa langkah yang dapat dilakukan setelah buah hati mendapatkan suntikan imunisasi DPT. Jika seandainya kondisi-kondisi yang dialami justru semakin parah, maka ada baiknya untuk segera melakukan tindak pengobatan ke dokter, sebelum nantinya kondisi Anda tersebut bertambah fatal. Ingat pastikan buah hati untuk mendapatkan suntik imunisasi ini untuk mencegahnya dari berbagai macam penyakit berbahaya. Setelah mendapatkan imunisasi tersebut setiap sepuluh tahun sekali akan dilakukan booster Tdap atau imunisasi ulang untuk membuatnya tetap efektif.

Axact

Travelaxx.com

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: